Minggu, 28 Juni 2015

KESAN-KESAN SELAMA BERJUALAN

        Berjualan adalah hal yang sangat lumrah di masyarakat. Menjadi bisnis paling diminati di dunia karena prosesnya yang mudah. Kita hanya perlu modal, barang, dan proses jual-beli bisa dilakukan secara langsung tanpa perantara. Makanan adalah hal yang paling banyak dijumpai dalam bisnis ini. Mulai dari makanan ringan sampai makanan utama. Mulai dari yang instan sampai yang paling sulit pembuatannya.
       
         Saya memilih makanan ringan risol dan donat sebagai tahap awal berjualan. Tampak sangat mudah mengingat kedua jenis makanan tersebut adalah yang paling dicari di masyarakat karena enak dan murah. Tempat pertama saya menjajakan dagangan adalah kepada sesama teman sekelas. Tidak lebih dari 20 donat dan risol saya bawa dan langsubg habis saat itu juga. Saya menjual donat dengan harga 2500 per-donat dan 200 per-risol.

          Hal yang pertama saya lakukan setelah makanan dagangan saya habis adalah meminta pendapat pada pelanggan. Apakah mereka suka dengan makanan yang saya jual? Apakah rasa dan harganya sebanding?. Kebanyakan dari mereka bilang sangat menikmati makanan dagangan saya. Alhamdulillah, di hari berikutnya saya menambah jumlah donat dan risol. Hasilnya masih sama habis di jam pertama kuliah. Di saat jam laboraturium juga saya membawa makanan dagangan dan dijajahkan ke beberapa mahasiswa dari kelas lain. Alhamdulillah, jawaban mereka sama bahkan ada yang sampai membeli banyak.

          Di bulan kedua berjualan dikampus, dagangan sudah mulai sepi mungkin pelanggan bosan dengan menu yang saya sajikan. Akhirnya, saya membuat inovasi baru. Donat yang semula hanya dengan filling coklat dan keju kini saya tambah dengan nanas dan stroberi. Risol yang semula hanya berisi bihun dan wortel kini saya menggantu wortel dengan ayam dan rasa pedas yang lebih menonjol. Ada beberapa dari mereka yang minta dibuatkan riaol dengan isian lainnya, namun dengan tenaga yang terbatas saya terpaksa tidak menurutinya.

          Melihat peluang besar lainnya dari ibu saya yabg anggota pengajian ibu-ibu komplek lantas saya meminta bantuan padanya agar menawarkan pre-order untum acara pengajian dengan limit jumlah maksimal 100 buah. Alhamdulillah, beberapa kali mereka memesan donat dan risol dengan kostum sendiri. Sempat sekali konplen karena risol yang saya buat terlalu pedas, sehingga mereka meminta potongan harga di pesanan berikutnya. Lalu saya iyakan, saya potong harga sebesar 10% dari yang seharusnya.

          Menurut saya berjualan adalah hal yang gampang-gampang susah terutama dibidang kuliner. Kenapa? Karena makanan adalah kebu tu han pokok sehingga selalu dan pasti akan dicari dan seseuatu yang wajib bagi manusia. Kesulitannya dimana? Karena saya menjalankannya sendirian, jadi saya katakan bahwa berjualan makanan membutuhkan tenaga ekstra. Membagi waktu untuk belanja ke pasar, memasak, dan mencatat pesanan. Belum lagi cobaannya kalau dagangan tidak habis terjual pasti ada ruginya karena makanan yang tidak habis dijual tidak bisa dijual lagi esok hari (makanan menjadi basi).

          Berjualan juga butuh kesabaran ekstra kalau-kalau pelanggan bilang makanan kita gak enak atau komplen lainnya. Belum lagi ada pelanggan yang menolak untuk membelinya saat kita menjajahkan barang dagangan. Ya, ini pengalaman yang cukup bagus untuk kedepannya. Semoga, bisnis ini gak cuma berhenti sampai tugas mata kuliah tapi lanjut sampai seterusnya. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

write anything that makes you a better person with a better feeling.